Jumat, 01 Juni 2012

Kematian dari Kacamata Buddhis

Hari ini saya secara tidak sengaja membaca sebuah artikel yang tertulis di salah satu koran ternama di kota Medan. Disana tertulis bahwa manusia harus sering memikirkan tentang kematian. Agar mereka bisa ingat terhadap akhir kesenangan
duniawi dan beramal.

Hal tersebut mungkin agak tidak sesuai dengan ajran Sang Buddha dimana diajarkan:
Bukan saat kita mati baru keinginan duniawi bisa berakhir namun ketika kita masih hidup kita juga harus bisa menghentikan nafsu keinginan (tanha).
Apa gunanya kita meninggal apabila kita masih harus kembali terlahir di dunia yang penuh dukkha dan menjalani roda samsara akibat kita masih memiliki keinginan duniawi seperti:
- Sebelum meninggal kita masih berencana membeli sebuah rumah baru
- Berencana membelikan mobil untuk anak
- Berencana jalan-jalan ke luar negeri
- Berencana segera menikah
Toh kita tidak tau kapan kita meninggal jadi kita sebagai manusia terus berharap dan berencana.
Buddha pernah bersabda "Jangan terus mengingat masa lampau, jangan terlalu berharap di masa depan , namun konsetrasikan perbuatan mu kini"

Faktor kedua adalah karma kita yang tak bisa habis akan membuat kita terus menjalani peristiwa: lahir, sakit, tua, mati.
Untuk menghilangkan semua kelahiran ini maka haruslah kita mencari jaln untuk keluar, maka Sang Buddha mengajarkan kita Empat Kesunyataan Mulia ( 4 Noble Truth ) dan Jalan Mulia Berunsur Delapan ( Eight  Fold Path) dan juga jalan tengah dimana dalam menjalani hidup kita tidak terlalu ekstrim dan juga tidak terlalu menikmati kesenangan duniawi.

Dalam 4 Kesunyataan Mulia:
- Adanya Dukkha
- Penyebab Dukkha
- Jalan Melenyapkan Dukkha
- Lenyapnya Dukkha

Dukkha tersebut adalah kehidupan kita.
Penyebabnya adalah Keinginan kita yang masih melekat dalam artian dimana apabila kita tidak mendapatkan yang diinginkan maka kita merasa menderita.
Jalan Melenyapkann Dukkha adalah dengan menghilangkan semua nafsu duniawi yang melekat "Perbanyak berbuat baik, Kurangi berbuat jahat, Sucikan hati dan pikiran inilah ajaran semua Buddha"
Maka Lenyapnya Dukkha adalah kita telah mampu merealisasi Nibanna / tujuan akhir dan bebas dari roda samsara.

Jalan Mulia Berunsur 8 (Ariyo aṭṭhaṅgiko maggo):
1. Berbicara benar
Berbicaralah pada tempat dan waktu yang benar jangan berbicara tentang hal yang tidak berguna.
2. Berbuat benar
Perbanyak perbuatan benar meskipun seseorang tidak beragama maka ia akan masuk ke Surga.
3. Pandangan benar
Memiliki pandangan tentang adanya hukum Karma, pandangan bahwa sesuatu yang kita lakukan akan kembali ke kita
4. Pikiran benar
Anak2 zaman sekarang mungkin sudah banyak terkontaminasi dengan hal berbau porno :D dsb maka kita harus bisa mengendalikan pikiran kita
5. Mata Pencharian Benar
Pekerjaan yang ilegal:
-Menjual senjata
-Menjual daging
-Menjual barang yang menurunkan kesadaran
-Menjual Manusia
-Menjual Racun
6. Daya Upaya benar
Hentikan la semua pikiran negatif yang ada dan semua yang merugikan diri sendiri
7. Perhatian benar
juga dapat diartikan sebagai "Ingatan Benar" atau "Kesadaran Benar". Dengan demikian penganut agama Buddha harus senantiasa menjaga pikiran-pikiran mereka terhadap fenomena yang memengaruhi tubuh dan pikiran. Mereka harus waspada dan berhati-hati supaya tidak bertindak laku atau berkata-kata karena kelalaian atau kecerobohan. Tipitaka menjelaskan hal ini demikian
8. Konsentrasi Benar
Biasanya, pelatihan samadhi dapat ditempuh melalui pengaturan pernapasan (anapanasati), melalui visualisasi benta (kasina), dan melalui pengulangan kalimat-kalimat tertentu. Samadhi dilakukan untuk menekan lima gangguan guna memasuki jhana. Jhana merupakan sebuah media guna pengembangan kebijaksanaan dengan menanamkan pengertian dan menggunakannya untuk menguji kesungguhan suatu fenomena dengan pengenalan langsung. Hal ini membantu mengurani kekotoran, merealisasikan dhamma dan, pada akhirnya, mencapai kesadaran diri. Selama berlatih konsentrasi benar, seorang praktisi harus memeriksa dan membuktikan pandangan benar mereka. Pada proses demikian, pengetahuan benar akan timbul, dan diikuti dengan pembebasan sesungguhnya


Namun pada akhirnya itu tergantung dari persepsi ajaran agama masing2
pililah agama yang cocok dengan anda jangan hanya mendengar dari orang lain.
Ehipassiko = datang dan buktikan


So Kematian dalam Buddhis "NGAPAIN TAKUT?? BERENTI MELAKUKAN KARMA JAHAT PERBANYAK BERBUAT BAIK" B-)


Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua


Sabbe satta sabba dukkha pamuccantu-Sabbe satta bhavantu sukhitatta
"Semoga semua makhluk terbebas dari derita, dan hidup berbahagia'

Tidak ada komentar:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Poskan Komentar